Pilih Kasih

Pernah tau atau mendengar istilah pilih kasih gak? Mungkin ada sebagian orang yang familiar betul dengan istilah ini. Atau mungkin ada sebagian orang yang gak tau dengan istilah ini karena mungkin menggunakan kata-kata yang lain tapi memiliki arti atau definisi yang kurang lebih sama. Memangnya apa sih pilih kasih itu ?

Kata-kata pilih kasih biasanya akan terucap dari mulut seseorang ketika ia merasa diperlakukan berbeda dari yang lain, padahal ia merasa memiliki hak serta status yang sama dengan orang-orang yang diistimewakan tersebut. Pilih kasih bisa saja dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anaknya, seorang guru terhadap anak didiknya atau mungkin seorang atasan kepada bawahannya. Ada banyak hal yang melatarbelakangi atau membuat orang tua pilih kasih terhadap anaknya. Bisa saja karena anak tersebut anak perempuan atau laki-laki satu-satunya, bisa juga karena anak itu karena anak sulung, bisa juga karena anak itu anak bungsu, atau bisa juga karena anak itu anak yang paling cantik/ganteng, anak yang paling pintar, paling kaya, paling membanggakan, pokoknya semua yang serba paling deh. Seorang guru yang pilih kasih terhadap anak didiknya bisa saja karena anak tersebut merupakan murid yang paling pintar, yang paling rajin, yang patuh atau bisa saja anak tersebut menjadi sangat spesial di mata gurunya karena dia anak orang kaya (sering bawa oleh-oleh sehabis berlibur misalnya) dan masih banyak alasan lainnya. Pilih kasih bisa saja dilakukan seorang atasan kepada bawahannya, mungkin karena orang tersebut paling rajin, paling loyal atau bisa saja karena bawahannya pintar cari perhatian ( or pintar cari muka ) dan lain sebagainya.

Ada banyak cerita yang saya dengar tentang kasus pilih kasih.  Pernah saya mendengar cerita seorang teman yang merasa bahwa orang tuanya sering sekali pilih kasih alias membeda-bedakannya dengan saudara sekandungnya. Hal tersebut katanya sudah berlangsung lama (sejak kecil). Saudara kandungnya tersebut selalu diperlakukan istimewa, bagaikan seorang putri raja, sementara ia merasa diperlakukan sangat jauh berbeda. Sejak kecil orangtuanya memanjakan saudaranya sangat berlebihan. Kedua orang tuanya, cenderung memberikan dan mengabulkan hampir semua yang menjadi keinginan anak kesayangannya tersebut. Anak kesayangannya tersebut dalam segala hal selalu menjadi prioritas, sementara anak-anak yang lainnya setiap saat harus selalu rela mengalah. Bahkan yang paling mengherankan, apapun yang dilakukan anak kesayangannya selalu dinilai benar dan tidak pernah dinilai salah.

Pernah juga saya dengar cerita seorang anak di dalam angkot yang bercerita dengan temannya tentang perlakuan gurunya yang dianggap pilih kasih. Guru tersebut rajin memberi bonus nilai kepada siswa-siswa kesayangannya, sementara siswa lainnya tidak. Mengerjakan PR atau tidak, bukan masalah bagi murid kesayangannya, toh gurunya tidak akan memberikan hukuman. Tapi jangan sampai hal tersebut dilakukan oleh murid yang lain, pasti akan menerima konsekuensi akibat kemalasannya. Dengan mudahnya guru tersebut menyulap nilai murid kesayangannya, dari yang nilainya rendah menjadi lebih tinggi. Pokoknya, tanpa harus bersusah payah belajar, dijamin nilai murid kesayangannya akan bagus, wuih!!!

Lain lagi cerita tentang seorang atasan yang pilih kasih terhadap bawahannya. Namanya juga orang yang paling disayang, orang tersebut diperlakukan dengan sangat istimewa. Semua hal yang ia lakukan selalu terlihat sempurna dimata atasannya. Tidak perduli dengan bagaimana sebenarnya kinerja karyawan kesayangannya tersebut, yang jelas di mata sang bos, dialah karyawan teladan. Seolah-olah, hanya karyawan kesayangannya itu saja yang dianggap paling “oke”, paling bisa diandalkan, paling rajin, pokoknya yang serba paliiiing deh. Apalagi kalau ditambah bumbu-bumbu penyedap, karyawan tersebut pandai sekali cari muka ( iseng banget ya dia…muka kok dicari-cari..) wah…dijamin karyawan kesayangannya itu nilainya makin plus dan plus lagi……

Beragam kasus yang disebut diatas, hanya segelintir cerita tentang kasus pilih kasih. Menyebalkan memang, kalau kita dalam posisi orang yang tidak diistimewakan. Yang pasti muncul adalah perasaan tidak nyaman, jadi malas berinteraksi dengan lingkungan, jadi malas beraktifitas, tidak bersemangat, gampang menyerah, dan mungkin juga jadi merasa serba salah dan serba takut. Kadang-kadang muncul rasa cemburu atau iri hati, kadang-kadang jadi penghayal juga ( seandainya saya seperti dia, seandainya saya jadi orang yang paling disayang, dan berbagai seandai-andai yang lainnya…). Bahkan dampak yang paling ekstrim adalah bisa saja muncul perasaan dendam dan benci, baik terhadap orang yang melakukan praktek pilih kasih maupun terhadap orang yang menjadi kesayangannya tersebut. Secara psikologis, rasa dendam atau benci itu mungkin saja muncul apabila seseorang merasakan kekecewaan yang sudah berlangsung lama dan juga memendam rasa kecewa yang terlalu lama tanpa tau jalan keluarnya. Wah…dalem tuh….

Di satu sisi, praktek pilih kasih ternyata dirasakan begitu menyenangkan terutama bagi mereka yang menjadi orang kesayangan. Di mata mereka, dunia menjadi lebih terang, lebih indah dan sangat nyaman untuk ditempati. Ya iyaaa…lah….secara gitu lho, hampir semua (bahkan mungkin semua hal) yang menjadi hasrat, keinginan dan kemauannya dengan mudah dapat dicapai. Kalau sudah begini, orang-orang tersebut biasanya jadi lupa diri. Besar kemungkinan jadi orang yang egois, tidak bisa bertenggangrasa dan seenaknya sendiri.

Namun lucunya, orang-orang pelaku praktek pilih kasih ini cenderung tidak merasa ada yang aneh dengan sikapnya tersebut. Kalau dikritik malah jadi marah, sewot, menutup-nutupi fakta atau juga dengan gagah dan lantang bilang kalau dia sama sekali gak pilih kasih. Bahwa apa yang dilakukannya bukan pilih kasih, malah kita jadi disalahkan karena dianggap  terlalu sensitif serta berlebihan dalam menilai tindakannya tersebut.  Maksud hati hanya sekedar ingin menyampaikan isi hati or sekedar mengingatkan, eh…malah muncul masalah baru….jadinya ketik c spasi d  ( alias capek deh….)

Ajaib……tapi nyata…..hanya itu kata yang bisa saya lukiskan untuk menggambarkan praktek pilih kasih ini. Kenapa ajaib? Ya jelas saja, praktek pilih kasih toh memang hal yang sulit untuk dilukiskan atau digambarkan. Tapi nyata, ya jelas, karena memang terjadi dan bahkan sangat bisa dirasakan. Yaaa…pada akhirnya, jika harus menghadapi praktek pilih kasih ini, mungkin ada segelintir orang yang memilih mendiamkan saja hal ini berlangsung ( sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan), ada juga yang memilih untuk menunjukkan reaksi baik secara langsung atau tidak ( bisa lewat protes, sikap acuh dan lainnya) atau mungkin juga memilih untuk menjauhkan dirinya dari lingkaran orang-orang pelaku praktek pilih kasih ini. Apapun pilihan jalan keluarnya, yang pasti ada konsekuensi yang mengikutinya. Wallahuallam…….

17 Tanggapan to “Pilih Kasih”

  1. aris nurzaman Says:

    ilang kali mam mukanya mpe mesti dicari2…he2..
    tapi kadang suka denger juga nasihat temen yang bilang “kurang dkt kali kamu ma dosen, jadinya dibedain..”
    lebih sulit memang kalo posisinya berada yang “ga dipilih kasih”, sakit pastinya. tp kadang suka bingung mikirin apa yang kurang dari kita agar bisa dihargai n diakui, apalagi bwt org yang susah berkomunikasi.

  2. aris nurzaman Says:

    mam, just if U have time, would U visit my blog?
    he3..promosi…

  3. ada ngga ya mam pilih kasihnya yang objektif?

  4. aris nurzaman Says:

    photonya baru ya mam,
    thanks ya mam for visited my blog.

  5. denger-denger juga Rasulullah labih menyayangi aisyah daripada istri2nya yang lain. kalo soal rasa kasih dan sayang manusia akan sulit membaginnya. tapi kalo harta ya bisa dibagi karena kasih sayang itu abstrak. (😆 wah si ikrar sok tahunya kambuh).
    hanya Allahlah yang kasih sayangnya merata tapi sebelum hari kiamat tiba. kalo udah tiba ya pilih2 juga

  6. Assalammualaikum, mam ini irpan masih inget kan he..;-) pilih kasih tu dah jadi kebiasaan kadang ipan jg kaya gitu,tp ipan sendiri ga suka kalo ga d sayang he..

  7. Assalammualaikum, mam ini irpan masih inget kan he..;-) pilih kasih tu dah jadi kebiasaan kadang ipan jg kaya gitu,tp ipan sendiri ga suka kalo ga d sayang he..🙂

  8. semangat terus mom.

  9. wuaduh mam, emang untuk yang satu ini kayaknya melekat banget deh mam. soalnya sejak kecil kayaknya untuk pilih kasih sangat terasa banget karena orangtua eko juga dulu kaya gitu…pilih kasih sama ade sendiri.

    jadi kadang-kadang ngiri gitu deh mam..

    Btw boleh dunk mam mampir untuk refresh di blog eko di echoboys.wordpress.com
    ini ada blog buat angkatan 11 juga udah mulai bisa beroperasi lho mam, boleh dikunjungi…eleventhbec.wordpress.com

  10. bluedevil02 Says:

    ya mam menurut saya tidak ada yang pilih kasih itu hanya anak nya saja yang tidak mau mendekati dosen itu dan itu semua membuat dia merasa pilih kasih….

  11. Very good article,…. hayooo…. sapa yang ngrasa tersindir….

  12. punten,,,,,,,,,,,ada yang mau jadi wanita pilihan,,,
    silahkan mampir di echoboys.wordpress.com

  13. pilih kasih emang gk enak.. sk sedih klo jd yg gk dipilih..hehe…tp stiap manusia emang pny masalah’n masing2,, tergantung kita menyikapi’n kan mom??.. oh iy mom, yg bner teh mom apa mam c…hehe.. kok yg laen pada mam y…
    mom, jawaban point no. 1 udah ada d blog saya,, mudah2an jawaban’n bisa sdkt jadi masukan,hehe…
    mom, ada jg blog’n angkatan 11, alamat’n:

    http://eleventhbec.wordpress.com/

    d tunggu y mom kunjungan’n.. thanks ^_^

  14. agreed..tau rasanya kaya apa..benci dengan orang2 itu..

  15. Ya… memang yang namanya pilih kasih itu nyakitin banget apalagi dilakukan oleh orang yang kita sayang. Kalau sudah begitu, ya… kita hanya bisa tetap ber-positive thinking biar ga stress…
    Dan sebenarnya, kemungkinan setiap orang juga melakukan praktek pilih kasih ini, termasuk kita (saya), baik disadari ataupun tidak hanya saja kadarnya yang mungkin sangat rendah…

  16. salam kenal,mau berbagi ilmu gratisan nich,saya dari kal-teng kunjung balik blogku ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: