Ku tunggu janjimu…….

Ada pemandangan yang agak berbeda beberapa hari ini di sepanjang kota Bogor. Kota yang konon dijuluki kota sejuta angkot , saat ini sedang bersiap-siap mengadakan hajat besar yaitu pemilihan walikota dan wakil walikota untuk masa jabatan lima tahun dari sekarang. Pemandangan yang agak berbeda itu saya jumpai di pinggir jalan raya, gang sempit, di pasar, di depan toko, bahkan sampai ke tiang listrik. Hampir di setiap tempat saya jumpai bertebaran gambar atau foto-fota beberapa kandidat walikota dan calon walikota Bogor. Gak ketinggalan, sering saya jumpai beberapa kendaraan, mulai dari mobil mewah, mobil lumayan mewah, motor, angkot sampai becak ikut-ikutan memajang foto-foto bakal calon (balon) penguasa kota Bogor itu. Foto-foto calon pejabat itu dibuat dalam berbagai versi, berbagai bentuk dan ukuran. Yang berukuran agak besar, dipajang di jalan-jalan dalam bentuk seperti iklan besar. Atau kita juga bisa menemui foto-foto tersebut dipajang di spanduk-spanduk, dalam bentuk stiker, brosur,  wah….pokoknya heboh deh….

Dan yang paling seru dan lebih heboh lagi, saat saya kebetulan nonton acara di salah satu stasiun televisi swasta beberapa hari yang lalu. Malam itu  acara di tv tersebut menghadirkan 5 calon walikota Bogor  beserta wakilnya. Terus terang saja, selama ini saya hanya bisa lihat foto-fotonya saja, tanpa pernah tau bagaimana sosok mereka yang sebenarnya. Sedikit informasi yang saya tau, bahwa 2 orang calon kandidat saat ini masih memegang jabatan penting ( satu orang masih menjabat sebagai sekda dan  satu orang masih menjabat sebagai walikota). Meskipun hanya menonton dari televisi,  acara malam itu membuat saya bisa melihat dan mendengar bahkan jadi punya penilaian tentang bagaimana sosok calon-calon pemimpin kota tempat saya tinggal ini.

Acara tersebut formatnya semacam debat terbuka. Sesi pertama, para kandidat diberi kesempatan untuk menyampaikan program kerja yang akan dilakukan apabila terpilih menjadi walikota dan wakil walikota nanti. Sesi kedua merupakan sesi tanya jawab, dimana ada 3 (atau 4 ya, agak lupa juga )  panelis yang secara lantang dan tegas melontarkan beberapa pertanyaan kepada calon-calon pejabat itu. Sesi ketiga, semua kandidat diberi kesempatan untuk bertanya pada kandidat lain yang telah menyampaikan program kerjanya.

Ada banyak program kerja yang dikemukakan oleh calon-calon pejabat itu. Antara lain : ada yang ingin menjadikan Bogor sebagai “trade city”, ada yang ingin memperbanyak hutan kota di Bogor, ada yang ingin memperbanyak sekolah-sekolah gratis, ada yang ingin memberantas kemiskinan di Bogor, ada yang menjanjikan ingin lebih memaksimalkan peranan pemuda dan masih banyak lagi yang lainnya. Yaaah..namanya juga kampanye, semua yang mereka sebutkan pasti yang baik-baiknya saja. Kalau bisa saya ibaratkan, para kandidat tersebut layaknya seorang pria yang sedang mengejar cinta wanita ( untuk para pria jangan tersinggung ya). Istilahnya, karena sedang ada maunya, ia rela melakukan apa saja, rajin memberi perhatian, hadiah, membujuk, merayu sambil menggombal ( yang belum tentu benar jadi kenyataan) bahkan sampai rela berkorban apa saja asal bisa mendapatkan cinta kekasihnya. Tapi anehnya, biasanya perempuan kok mau-mau saja ya dengan pria seperti itu. Nah, hal itu juga terjadi dengan orang-orang yang calon pejabat ini. Coba saja diperhatikan, yang namanya masa-masa menjelang pemilu, tiba-tiba saja mereka jadi orang yang dermawan, rajin mengunjungi orang-orang susah, membagi-bagikan uang dan paket-paket sembako untuk komunitas tertentu, rajin hadir ke acara-acara pengajian sekedar menarik simpati atau berbasa-basi, menggelar acara-acara khusus bagi rakyat dengan memberikan door-prize berupa uang tunai atau paket hadiah menarik dan masih banyak seabrek kegiatan yang mereka lakukan untuk merebut simpati publik. Intinya, masa-masa menjelang pemilu biasanya masa-masa yang menyenangkan bagi rakyat kecil, karena mereka dimabukkan oleh berbagai janji yang diucapkan para calon pemimpin dan dimanjakan oleh kesenangan sesaat yang diberikan oleh para calon pejabat tersebut.

Kembali ke soal acara debat terbuka yang saya tonton ( sorry, jadi agak melebar nih topiknya), ada  kandidat yang kelihatan sekali pintar “ngeles”, apalagi kalau pertanyaan tersebut agak menyudutkan, dia tidak mau kalah, ikut membawa-bawa pihak lain untuk dipersalahkan. Ada juga kandidat yang bicaranya ngotot dan gampang sewot kalau dikritik. Ada juga kandidat yang santai ( bahkan dia maju seorang diri tanpa wakil, dan setau saya tanpa ada parpol yang mendukungnya). Ada juga yang kelihatannya senyam senyum tapi mungkin gak nyambung, ada juga (yang kelihatannya) low profile tapi gak jelas juga arahnya.

Sesi terakhir acara tersebut ditutup dengan orasi singkat dari para kandidat. Seperti biasa, namanya juga kampanye, para kandidat berlomba-lomba menyampaikan slogan-slogan mereka yang terbaik dengan gaya yang meyakinkan dan percaya diri. Ada yang menyatakan, Jangan lupa coblos nomor…..kami akan membangun kota Bogor ke arah yang lebih baik, jangan lupa coblos nomor….yang akan berjuang demi kemajuan, jangan lupa coblos nomor….kami akan tulus mengabdi dan mengemban amanah dan masih banyak slogan-slogan lain. Acara penyampaian orasi singkat ini ditutup dengan tepuk tangan meriah dari para pendukung masing-masing kandidat dan diakhiri dengan pesan-pesan jangan lupa untuk menyalurkan aspirasi anda dengan memilih walikota dan wakil walikota tanggal 25 Oktober 2008  di tempat-tempat pemilihan yang telah disediakan.

Saya berharap semoga, pemilu tanggal 25 besok berjalan lancar, tanpa hambatan. Semoga yang terpilih ( siapa pun juga ) bisa mengemban amanah rakyat, menjadi pemimpin yang jujur, dicintai rakyat dan berpihak pada kepentingan rakyat.  Jangan lupa, bahwa ada banyak program-program kerja yang mulia yang pernah anda sampaikan yang menunggu realisasinya. Jangan lupa, bahwa anda terpilih karena rakyat percaya akan semua janji-janji melalui program kerja anda, jangan belajar jadi NATO (No Action Talk Only), jangan pula suka OMDO (alias omong doang). So ….akhir kata…Ku tunggu janjimu ya pak wali !

2 Tanggapan to “Ku tunggu janjimu…….”

  1. ikrarestart Says:

    waduh mom ikrar mah setia sama GOLPUTnya….😆
    terbukti sekarang ini kan sudah ada calon yang menang masih aja dicari-cari kesalahannya… (kalau gak menang ya gak segitunya ) tapi bagus juga sih….!!!

    kadang juga kampanye membawa nama/foto orang lain yang bagus-bagus tentunya seperti foto para pahlawan danmalah nama orang tuanya sendiri… padahal pahlawan dan ortunya belum tentu setuju namanya disandang untuk kepentingan politik…!!! dan juga belum tentu dia sebaik mereka (para pahlawan)

    Jangan lupa, bahwa anda terpilih karena rakyat percaya akan semua janji-janji melalui program kerja anda, jangan belajar jadi NATO (No Action Talk Only)

    sudah tradisi mom!!!:mrgreen:

    ada kandidat yang kelihatan sekali pintar “ngeles”, intinya politik kampanye dan debat kan asal jago ngeles…dan bohong serta berkata manis !!!😆

  2. hmmmm….janji politik, kelihatanya politisi bangsa ini gampang amnesia deh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: