Kapan Aku Punya Anak?( Berbagi pengalaman pribadi)

Suatu pernikahan identik dengan adanya hubungan antara 2 orang, ada suami dan juga ada istri tentunya,  dan juga kehadiran seorang anak. Kebanyakan orang menganggap, pernikahan yang belum (atau bahkan tidak) dianugrahi kehadiran tangis bayi dalam rumah terasa hambar (ibarat sayur tanpa garam gitu…). Dan bahkan bagi beberapa pasangan bisa menjadi bumerang yang menimbulkan masalah besar dan bisa saja berakhir di ruang pengadilan agama ( bercerai maksudnya).

Saya sendiri mengakui, rumah tangga tanpa anak memang sepi. Tapi seharusnya hal seperti ini tidak perlu disikapi secara berlebihan. Seorang anak toh anugrah dari Allah Swt bagi kedua orang tuanya. Mungkin hampir tidak ada wanita yang tidak ingin jadi ibu. Merasakan proses kehamilan, melahirkan,menyusui serta mengurus anak yang dilahirkan dari rahimmnya sendiri. Dan karena anak adalah anugrah dari Allah Swt, maka hanya Allah Swt saja yang mengetahui kapan waktu yang tepat bagi kita untuk memperoleh anak.

Mungkin terdengar mudah bagi saya mengatakan hal ini. Tapi jujur saja, saya bisa bicara panjang lebar         (panjang x lebar = luas ???) karena saya sudah mengalaminya sendiri. Sebenarnya, sebagai wanita, saya merasa sebagai pihak yang secara tidak langsung sering dipojokkan. Buktinya, setiap bertemu orang, baik tetangga, teman atau bahkan keluarga selalu bertanya kepada saya, “kapan punya anak?”. Sedangkan suami hampir tidak pernah diberi pertanyaan seperti itu. Sekali dua kali saya masih bisa tersenyum menjawab pertanyaan seperti itu dengan jawaban klise, “wah belum tau nih, InsyaAllah kalau diijinkan secepatnya deh”. Tapi kalau setiap bertemu orang selalu muncul pertanyaan yang sama, lama-lama muncul perasaan yang tidak menyenangkan buat saya. Tidak menyenangkan jelas, karena kan saya jadi bosan menjawabnya. Bahkan kadang-kadang pertanyaannya berkembang lebih dahsyat lagi, “kapan mau punya anak, sudah lebih dari setahun menikah kok belum hamil juga, atau kamu mandul ya….hati-hati lho…kalo istri tidak bisa kasih anak, pasti suaminya nanti selingkuh…”. Gubrak….rasanya jadi stress juga mendengar statement yang terakhir ini. Kalo sudah begini, pingin rasanya teriak sambil bilang sama dunia (ceile…), “hello….memang kalau belum punya anak pasti wanitanya yang mandul….kalau memang Allah belum kasih rejekinya ya jangan nyalahin wanita melulu duuoooooog….perkara suami mau selingkuh sih memang dasar lelakinya aja yang gak setia..”. Wah pokoknya jadi panjang deh kalo nurutin hati he…he…

Tapi untungnya, saya dan suami pada waktu itu berusaha tetap santai saja. Walaupun hampir setiap malam saya berdoa sambil nangis bombay (he…he…). Dan sempat juga agak depresi terutama kalo harus bertemu orang (terutama orang-orang yang suka tanya tentang hal itu). Kadang juga tanpa sadar, kalau lagi sensitif, saya menitikkan air mata kalau lihat seorang ibu yang sedang bermain bersama anaknya. Gak tau terharu atau memang habis ngupas bawang (he…he..) . Jadi terharu, mungkin karena saya juga membayangkan kapan bisa seperti ibu seperti mereka.

Namun, bagaimanapun juga, apapun masalah yang dihadapi, sebagai seorang istri dan calon ibu, kita harus tetap berkomunikasi yang intens dengan suami atau pasangan kita. Jangan biarkan kita menanggung ini sendiri. Yang paling penting, pasangan kita bisa mengerti, memaklumi dan menerima semua kenyataan ini dengan ikhlas. Kalau perlu, jika ada orang yang terus-menerus bertanya tentang ini, biarkan suami yang menjawab ( kalau perlu yang agak tegas, supaya orang tersebut jangan terus mencampuri urusan rumah tangga orang he..he…). Kalau memang pasangan kita sudah bisa menerima dan juga mau bersabar atas semua masalah ini, ngapain harus repot-repot toh??? Dan yang pasti dan juga harus diyakini bahwa anak juga merupakan rejeki. Rejeki yang memberikan hanya Allah Swt…dan karena hanya Allah yang memberikan so……………. biarkan Allah juga yang menentukan kapan waktu yang pas untuk punya anak. Kalau kata orang bijak, dibalik semua cobaan pasti ada hikmahnya, sesudah kesulitan InsyaAllah ada kemudahan.begitcuuuuu………….So……buat yang baca curhat ini, dan mungkin juga mengalami hal yang sama…..just keep on goin’…..

16 Tanggapan to “Kapan Aku Punya Anak?( Berbagi pengalaman pribadi)”

  1. Emang bener bgt…. sudah lama nikah tapi belum juga punya anak bisa jadi beban yang berat, khususnya buat pihak istri yang memang biasanya lebih cenderung dipersalahkan. Yang aku rasakan, yang paling berat memang ketika mendengar omongan orang lain baik itu tetangga, keluarga jauh atau teman yang mungkin tidak bermaksud menyinggung, tapi tetap membuat kita tuh jadi risih kalau udah nanya2 kapan punya anak.
    Tapi selama ini aku dan suami cenderung positif thinking aja… selama hubunganku dengan suami masih tetap baik dan komunikasinya juga bagus InsyaAllah aku bisa sabar.
    Mudah-mudahan aja aku bisa cepet punya anak ya… Bagus Artikelnya loh… cocok buat yang pengen curhat.

  2. Asw.Mom gimana kabarnya?
    Akhirnya kena demam blog juga!
    Kali-kali kunjungi blog ardi yach……
    Tanggapan artikel yabg MOM buat, seperti pepatah.bagaikan semur jengkol tanpa jengkol…( itu sih bukan semur jengkol atuh…he 2x) pasti hambar.
    Explore truz yah blognya biar ramai.
    Was.wr.wb

  3. wuuih . .
    topiknya berat euy Mam . .

    maklum msh bau kencur neh jd yaa blm bs ksh komen, ,
    hhe..

  4. DeViL MAD_BLACK Says:

    waduh mam… topiknya cuma buat kalangan 25+ neeh….
    tapi keren kok… bisa dijadiin pengalaman… he.22x…
    jadi tahu ternyata menjadi seorang ibu itu sulit y…

    =MAD_BLACK=

  5. Assalamualum mom,
    Emang bener mom, saya juqa dapat merasakan apa yang mom rasakan karna saya juga mengalaminya sendiri. iya mudah2 qita sama sama berdoa semoga Allah cepat memberikan Qita keturunan yang terbaik

  6. sudah menginjak tahun ke 6 dari pernikahan kami, belum juga kami dikaruniai anak, aku baru inseminasi dan aku test hasilnya negatif. saat ini perasaanku sungguh sedih. Kami sudah melakukan semua rangkaian test dan aku rela berhenti kerja demi penantian yang panjang. Aku putus asa dan nangis sejadi2 nya

  7. sya jg ni mom…
    mdah2 an sgera d beri karunia terindah tsb ya mom

  8. bunda fauzan Says:

    a

  9. bunda fauzan Says:

    sabar ya mba, sy jg kmarin br kehilangan anak sy karna janin mati dalm kandungan 6 bulan yg sudh km tunggu2 slama 3 tahun.km sudah sabr menerima mgkn Allah belm memberikan sy anak karna past ada hikmahny.kata2 tdk hamil2 jg sy dapati bhkan dari ibu mertua sy.eh pas dedeny ada dicuekin,mpe dedeny meninggal dia malah cuek,ga sedh n ga nangis,.ya pkokny sy bs gila deh kl dengern ibu mertua.skrg sy cuma bgantung n bnyak2 berdoa sm Allah tuk menghadapi ini semua..

  10. narwan jekoe Says:

    kapan aku jadi bapak,,,,,,? allah maha mangetahui,allah maha adil,allah maha tinggi,aku selalu berdo’a supaya cepat punya anak , amiiiiiiiiiiiiin

  11. Bersabar mba, aku pernah merasakan yg mba rasakan,bahkan ada saran dr teman yg lebih menyakitkan ktnya hrs ganti pasangan x biar bs pny anak. Anak adl karunia Allah,walaupun qt sdh berusaha semaximal mungkin tp klo Allah blm menghendaki pnya anak blm bs jg kan? 4 th bukan waktu yg pendek u/ sebuah penantian memiliki anak. Setelah berusaha semaximal mungkin, periksa ke dokter, ke alternatif, jamu,pijat refleksi,makan makanan yg ktnya bs mneyuburkan kandungan,dll, meminta do’a pd teman,kerabat,saudara, pak ustad,dll. Semua sdh dilakukan tnyt blm jg berhasil. Akhirnya kami pasrah, tnyt di saat kami pasrah tersebut Allah kabulkan keinginan dan do’a kami, di th yg ke.4 pernikahan kami,aku positif hamil,kehamilankupun tdk sadari krn nyaris tanpa ngidam,dll. Alhamdulillah kini malaikat kecilku yg cantik sdh berusia 1 th,lg lucu2nya. Mdh2an mba menyusul ya,,,,??? tetap semangat !

  12. yg pgen tk bikinin ana k add me’
    jmin

  13. semoga doa kalian di kabulkan oleh Allah SWT,,,amin,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: