Suka Duka Hidup di Rantau…..

Kalo cerita soal hidup, terutama jauh dari kampung halaman kebanyakan orang mungkin mengganggap hal yang sulit.Padahal sebenarnya, menurut pengalaman pribadi nggak semuanya sulit kok. Makanya, judul tulisan saya ini Suka Duka hidup di rantau….berarti gak melulu duka toh…..baca aja lanjutannya….

Saya mulai dari sukanya dulu deh. Apa ya….yang pasti, dengan hidup merantau kita banyak mendapat hal-hal baru. Hal baru yang saya maksud antara lain pengalaman, lingkungan , teman , bahkan mungkin keluarga baru. Nah kalau yang saya sebutkan terakhir ini jelas saya mengalaminya betul. Karena dengan hidup di rantau ini saya akhirnya menikah dengan pemuda lokal ( maksudnya ???). Otomatis keluarganya semua ada di sini. So..semua keluarganya kan jadi keluarga saya juga toh….

Selain banyak mendapat hal-hal baru, orang yang hidup jauh dari kampung halaman menjadi orang yang lebih mandiri. Mau tidak mau, kita belajar untuk memecahkan semua persoalan kita sendiri, yang pada akhirnya membuat kita menjadi lebih dewasa. Orang yang hidup di rantau biasanya juga kreatif. Maksudnya begini, setiap ada masalah atau persoalan hidup biasanya otaknya berpikir keras mencari alternatif jalan keluar, karena tidak ada sanak keluarga atau kerabat sebagai tempat bergantung atau minta pertolongan.

Nah kalau bicara tentang dukanya, banyak juga. Tapi rasanya tidak perlu dibahas terlalu panjang ya ( karena hanya bikin sakit hati hiks…). Dukanya antara lain berat di ongkos. Mau sering-sering pulang kampung biayanya jelas mahal. Atau sering-sering telpon juga mahal, apalagi kalau SLJJ… Belum lagi kalau punya kasus seperti saya, yang beberapa kali kesulitan cari pembantu rumah tangga atau pengasuh bayi. Seandainya saya tinggal dekat dengan ortu saya, pasti saya dengan mudahnya menitipkan anak ke rumah ortu ( enak aja ya…). Belum lagi kalo mau mudik Lebaran, wuiiih…harga tiket jadi melonjak plus macet dimana-mana.

Tapi, apa pun itu, baik suka maupun dukanya harus bisa diterima. Habisnya mau bagaimana lagi, sudah resiko. Kalau sudah berani berbuat harus berani bertanggung jawab ( waduh, statement nya kok serem ya…). Kalau lagi ketemu sukanya ya disyukuri saja. Sebaliknya, kalau lagi ketemu dukanya ya dijalani saja….Nanti juga ada akhirnya.

Singkat cerita, buat yang hidup di perantauan, tetap semangat dan jangan bersedih…apalagi sebulan lagi InsyaALLAH hari Raya Idul Fitri…Semoga diberi kesehatan dan rejeki, jadi bisa cepat-cepat beli tiket untuk pulang kampung. Amiiiin………..

5 Tanggapan to “Suka Duka Hidup di Rantau…..”

  1. Semangat……………truz mom coz bentar lagi lebaran n dapat THR, langsung deh berangkat.Tapi mulai dari sekaran gbilang aja kepetugas karcisnya bayarnya pakai faktur..he2x nanti lebaran dibayar (becanda mom).

  2. sama bu Eka…
    dari lulus SMP saya dah diperantauan jd anak kos, malah sampe skrang…. jadi banyak saudara koq, dmn2 punya saudara baru….

  3. terlalu..!!!untuk mencari tau blog lu kudu googling segala..Well,..enjoy blogging deh ye bund!nulis lbh byk dunks…(luv:ur sista)

  4. aris nurzaman Says:

    sama mam, saya juga merantau dari cianjur k bogor…
    he2…
    mungkin boleh dibilang lebih betah di bogor dibanding kampung halaman sendiri, ditambah situasi lingkungan yg g kondusif kali ya. makanya sering jg nyaranin ke anak2 tetangga yg pengngguran bwt prgi k luar kota, drpd bikin masalah d kampung sndiri.

  5. Di Indonesia Orang2 nya suka menolong….asal tidak beratin orang…dan yang terpenting memiliki skill …pasti berani merantau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: