Serba-Serbi Cuti Melahirkan di Beberapa Negara (Taken From Mother&Baby Indonesia)

Proses kehamilan dan melahirkan merupakan saat yang paling menyenangkan, menegangkan juga melelahkan bagi seorang wanita. Selama masa kehamilan banyak sekali hal-hal unik yang dialami oleh seorang wanita. Karena perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh seorang wanita hamil membuat kondisi fisik menjadi mudah lelah, stress dll. Seorang wanita, terutama wanita yang bekerja, harus pandai-pandai membagi waktu agar proses kehamilan yang dijalani menjadi lebih menyenangkan. Dan tentu saja diperlukan persiapan fisik, mental ( serta finansial juga kali yaa…) yang baik agar proses kelahiran bayi berjalan dengan lancar.

Hak cuti bagi wanita hamil di Indonesia secara umum mungkin sudah tidak asing lagi. Di negara kita rata-rata wanita hamil yang bekerja berhak mendapat cuti melahirkan selama 3 bulan ( ada yang mendapat gaji penuh atau juga proporsional disesuaikan dengan peraturan perusahaan). Nah ….ingin tau bagaimana yang terjadi di negara-negara lainnya?

Norwegia   :   Semua wanita hamil yang bekerja di negara ini mendapat hak cuti untuk pemeriksaan pranatal rutin ke dokter kandungan setiap bulannya selama masa kehamilannya. Sedangkan cuti melahirkan yang diberikan oleh perusahaannya selama 6 bulan dan tunjangan persalinan yang diperoleh sebesar 21.500 US dollar ( kalau dalam rupiah kurang lebih 190 juta-an, wow………………………)

Swedia :  Di negara ini, wanita hamil yang bekerja berhak untuk cuti melahirkan selama 78 minggu (kurang lebih 1,5 tahun).  Setelah masa cuti melahirkan berakhir, seorang ibu dan juga suami masih mendapat jatah cuti (paid leave) selama 60 hari (dalam 1 tahun) untuk keperluan merawat anaknya apabila sedang sakit.

Finlandia :  Cuti melahirkan di negara ini selama 105 hari kerja (tidak termasuk hari libur). Begitu juga dengan suami,  berhak cuti mendampingi istrinya selama 1-18 hari kerja setelah sang bayi lahir. Sampai anak berusai 3 tahun, ibu berhak cuti setiap saat anak sakit atau ke dokter.

Prancis :  Wanita hamil yang bekerja berhak cuti melahirkan selama 16 minggu dengan tetap memperoleh gaji penuh. Setelah anak lahir, istri/suami berhak cuti/berhenti sementara dari pekerjaan selama 3 tahun lamanya (tanpa memperoleh gaji) dan tetap bisa bekerja kembali pada perusahaan tersebut di posisi yang sama.

Inggris  :  hak cuti melahirkan yang diberikan negara ini bagi wanita hamil yang bekerja adalah selama 26 minggu dengan tetap memperoleh gaji penuh, yang 90% berasal dari subsidi pemerintah dan 10% sisanya dari perusahaan tempatnya bekerja. Begitu juga dengan suami, berhak cuti mendampingi istrinya yang melahirkan selama 2 minggu dengan tetap memperoleh gaji penuh.

Australia : Di benua terkecil ini, cuti melahirkan yang diberikan oleh perusahaan selama 12 minggu dengan tetap memperoleh gaji penuh. Bahkan orang tua dari anak yang berusia < 16 tahun akan memperoleh tunjangan dari pemerintah.

Kanada : Wanita hamil diperbolehkan mengambil jatah cuti selama 1 tahun dan memperoleh 55% dari gaji selama cuti berlangsung. Setelah cuti panjang berakhir, wanita tersebut masih tetap dapat bekerja di perusahaan yang sama di posisi yang sama. Begitu juga dengan suaminya, memperoleh hak cuti untuk mendampingi istri yang melahirkan selama 37 minggu dengan tetap memperoleh gaji penuh.

Amerika Serikat : Negara maju seperti Amerika Serikat ini ternyata kurang mendukung wanita hamil. Tidak semua perusahaan di Amerika memberikan hak cuti bagi wanita untuk melahirkan. Hanya wanita yang bekerja di instansi pemerintah atau perusahaan-perusahaan besar saja yang memberikan jatah cuti melahirkan selama 3 bulan, itu pun tanpa memperoleh gaji.

Kuba : Cuti melahirkan bagi wanita hamil di negara komunis ini selama 18 minggu dengan tetap memperoleh gaji penuh. Pembagian waktunya adalah 6 minggu sebelum melahirkan dan 12 minggu setelah melahirkan. Setelah masa cuti 18 minggu berakhir, seorang ibu bisa mengajukan cuti tambahan selama 40 minggu namun hanya memperoleh 60% dari gajinya dan harus menandatangani perjanjian untuk bekerja di perusahaan yang sama setelah masa cuti selesai.

India : Kebanyakan perusahaan di India akan memberhentikan pegawai wanitanya yang sedang hamil. Walaupun hukum di India memperbolehkan wanita hamil tetap bekerja, namun hanya perusahaan multinasional saja yang mendukung wanita hamil untuk tetap bekerja dengan memberikan hak cuti melahirkan selama 90 hari.

Thailand : Perusahaan-perusahaan di Thailand memberikan jatah cuti melahirkan selama 90 hari namun hanya untuk kelahiran anak ke-1 dan ke-2 dan memperoleh 50% dari gajinya. Sementara bagi wanita yang bekerja di lembaga-lembaga sosial akan tetap memperoleh gaji penuh selama masa cuti berlangsung.

Malaysia : Cuti melahirkan yang diberikan kepada wanita hamil di negara Islam ini adalah selama 60 hari dan berlaku hanya sampai kelahiran anak ke-5. Gaji akan tetap dibayar penuh bagi wanita yang sudah bekerja minimal selama 90 hari di perusahaan.

Singapura : Agak berbeda dari negara-negara lainnya, karena sedikitnya jumlah wanita yang ingin mempunyai anak, membuat pemerintah setempat memberikan “baby bonus” kepada wanita yang hamil dan melahirkan anaknya berupa uang. Cuti melahirkan diberikan selama 12 minggu dengan pembayaran gaji kotor secara penuh.

Afrika Selatan : Hak cuti melahirkan yang diberikan kepada wanita hamil di negara ini selama 12 minggu dan menerima 45% dari gaji. Suami juga berhak memperoleh cuti mendampingi istrinya selama 3 hari.

Tanzania : Wanita hamil berhak mengajukan cuti melahirkan selama 12 minggu dan tetap memperoleh gaji penuh selama cuti. Bagi para suami, diberikan juga hak cuti selama 5 hari untuk mendampingi istrinya.

Ethiopia : Cuti melahirkan bagi wanita hamil di negara ini selama 90 hari dengan tetap memperoleh gaji penuh selama masa cuti berlangsung. Setelah cuti berakhir, masih berhak mengajukan cuti selama 5 hari untuk keperluan keluarga, anak dll.

Tunisia : Di negara ini, wanita hamil berhak mendapat jatah cuti melahirkan selama 30 hari dan memperoleh 67% dari gaji. Jika suami bekerja di swasta memperoleh hak cuti 1 hari dan jika suami bekerja di instansi pemerintah memperoleh hak cuti selama 2 hari selama istri melahirkan.

About these ads

6 Tanggapan to “Serba-Serbi Cuti Melahirkan di Beberapa Negara (Taken From Mother&Baby Indonesia)”

  1. Very Informatif….. jadi pengen hamil tus melahirkan nich! Kapan ye….
    Pindah ke Norwegia yuuuuk….

  2. wah untungya saya tidak mengalami itu.kalau saya mengalami enakan buat negara sendiri dan mempunyai aturan sendiri seperti wanita hamil di berhentikan dari pekerjaanya tetapi dapat gajih penuh sampai si bayinya nenek2 or kakek2.he……2X

  3. waduh, jadi pengen nambah ne…… ke Norwegia yuuuk, honeymoon lagi…… he…he…..

  4. salam kenal.. Ijin link artikelnya ya Mbak.
    thanks..

  5. […] Lengkapnya baca di sini. […]

  6. Infonya menarik Bun.
    Seandainya Indonesia sama dengan di Swedia, kemungkinan besar ibu-ibu pekerja bisa memberi Asi lebih lama untuk anaknya lebih besar.

    Kunjungi toko kami bunda http://www.alikhashop.wordpress.com

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: